Halaman

Sabtu, 05 Februari 2011

Arti Sahabat

Setiap hari selalu muncul keraguan
Apakah semua ini harus kulanjutkan?

Jauh di dalam hati ini menjerit
Mengapa hidup begitu pahit

Ingin rasanya aku pergi dari dunia
Mencari tempat aku bisa bahagia

Namun aku harus tetap pergi
Di luar sana banyak hal yang menanti

Dengan hati penuh keihklasan
Kupacu sepeda motorku perlahan

Menyusuri jalan yang panjang
Yang ramainya bukan kepalang

Akhirnya aku sampai pukul 8 tepat
Badanku sudah penuh dengan keringat

Sejenak aku berdoa
Berharap semuanya baik-baik saja

Dengan pasti kulangkahkan kaki
Walau langkahku ini tidaklah pasti

Setiap waktu aku harus seperti ini
Berharap dan berharap lagi

Cemas, resah dan gelisah
Sepertinya hal itu menjadi lumrah

Ku buka pintu kelas
Dan disana dapat kulihat jelas

Kalian tersenyum senang
Disaat aku baru saja datang

Rasanya semua gundah menghilang
Hidupkupun mendapat titik terang

Aku tak bisa berkata-kata
Saat kalian membuatku tertawa

Rasanya sungguh bahagia
Jenuhkupun kini tak ada artinya

Terlebih saat kalian memberiku pujian
Rasanya aku terlepas dari kepalsuan

Wahai kau para sahabat
Kalianlah pahlawan terhebat

Melepaskanku dari kesepian
Memberi hidupku warna keceriaan

Wahai kau para sahabat
Kalian adalah syafa’at

Kau porak-porandakan kesedihan
Dengan memberikan sedikit senyuman

Wahai kau para sahabat
Kalianlah bintang sejagat

Kemunafikan menjadi palsu
Saat kau memanggil namaku

Kesedihan kau buat beku
Saat senyum tulus terukir di bibirmu

Aku berdoa setulus hati
Semoga semua ini ‘kan abadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar