Setiap hari selalu muncul keraguan
Apakah semua ini harus kulanjutkan?
Jauh di dalam hati ini menjerit
Mengapa hidup begitu pahit
Ingin rasanya aku pergi dari dunia
Mencari tempat aku bisa bahagia
Namun aku harus tetap pergi
Di luar sana banyak hal yang menanti
Dengan hati penuh keihklasan
Kupacu sepeda motorku perlahan
Menyusuri jalan yang panjang
Yang ramainya bukan kepalang
Akhirnya aku sampai pukul 8 tepat
Badanku sudah penuh dengan keringat
Sejenak aku berdoa
Berharap semuanya baik-baik saja
Dengan pasti kulangkahkan kaki
Walau langkahku ini tidaklah pasti
Setiap waktu aku harus seperti ini
Berharap dan berharap lagi
Cemas, resah dan gelisah
Sepertinya hal itu menjadi lumrah
Ku buka pintu kelas
Dan disana dapat kulihat jelas
Kalian tersenyum senang
Disaat aku baru saja datang
Rasanya semua gundah menghilang
Hidupkupun mendapat titik terang
Aku tak bisa berkata-kata
Saat kalian membuatku tertawa
Rasanya sungguh bahagia
Jenuhkupun kini tak ada artinya
Terlebih saat kalian memberiku pujian
Rasanya aku terlepas dari kepalsuan
Wahai kau para sahabat
Kalianlah pahlawan terhebat
Melepaskanku dari kesepian
Memberi hidupku warna keceriaan
Wahai kau para sahabat
Kalian adalah syafa’at
Kau porak-porandakan kesedihan
Dengan memberikan sedikit senyuman
Wahai kau para sahabat
Kalianlah bintang sejagat
Kemunafikan menjadi palsu
Saat kau memanggil namaku
Kesedihan kau buat beku
Saat senyum tulus terukir di bibirmu
Aku berdoa setulus hati
Semoga semua ini ‘kan abadi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar