Awali pertemuan dengan senyuman terhangat yang pernah kau miliki, karena kesan pertama yang kau berikan bersifat abadi dan akan terus terkenang. Berilah yang terbaik untuk temanmu, dengarkan apa isi hatinya, nikmati getaran gendang telinga saat ia memanggil namamu di esok hari, rasakan sensasi saat ia tersenyum padamu, berikan kehormatan yang paling luar biasa saat ia menjadikanmu sebagai bagian dari hidupnya.
Adalah sebuah hadiah terindah ketika kau menemukan teman dalam hidup, karena tanpa mereka kau bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Maka nikmatilah, nikmatilah sebuah moment persahabatan seperti kau mengencingi dirimu sendiri, dimana semua orang dapat melihat tapi hanya kau yang dapat merasakan kehangatannya.
Rasakan indahnya ketika kau tertawa bersama, membicarakan suatu hal yang sebenarnya tidak penting di pelataran ketika waktu istirahat. Percayalah bahwa kau akan mengakhiri kebersamaan itu, oleh karena itu carilah jalan agar kau bisa memperpanjang kebersamaanmu itu. Tahanlah temanmu yang akan pulang ke rumah, jangan pernah engkau biarkan waktu yang kejam dan tak pernah berhenti itu membuyarkan indahnya kebersamaan yang kau miliki. Berpikirlah bahwa kehadiran dan ketidakhadiran satu orang diantara sekian banyak temanmu ta’kan menyempurnakan kebersamaan yang kau miliki, maka kau akan menikmati kebersamaan itu karena siapapun dia, dia adalah bagian dari hidupmu.
Untuk menikmati sebuah persahabatan dan kebersamaan, ada kalanya dimana kita harus melupakan waktu dan tidak berpikir kedepan. Karena sebuah momentum dalam persahabatan seperti tangis, sedih, kecewa, canda, tawa, gembira, kesetiaan, pengorbanan, kebersamaan, penghianatan hanya terjadi pada saat itu dan ta’kan terulang lagi, maka nikmatilah hari itu, karena tanpa berpikir kedepan kau dengan sendirinya akan sampai pada masa depan yang mana dimulai dengan perpisahan dan hilangnya momentum.
Ketika engaku merasa disakiti oleh temanmu, maka ukirlah rasa sakitmu itu di atas sebuah pasir, namun ketika engkau mendapatkan sebuah kebahagiaan, maka ukirlah kebahagiaan itu di atas sebuah batu. Karena sebuah kenangan itu seperti angin, dapat kita rasakan namun tak dapat kita lihat, oleh karena itu biarlah rasa sakit yang kau ukir di atas pasir terhapus oleh angin kenangan, hingga yang tertinggal hanyalah kebahagiaan yang kau ukir di atas batu yang ta’kan terhapus oleh angin. Yakinlah bahwa semua itu karena kita adalah manusia yang pasti punya kesalahan dan tidak akan pernah menjadi sempurna.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar